Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Modifikasi Motor Tanpa Kita Sadari



Banyak di antara kita yang suka modifikasi motor (modif), namun banyak pula yang tidak. Rata-rata yang mengaku suka malah menjadikan hobi. Bahkan banyak pula yang akhirnya jadi maniak modif. Sebaliknya, yang tidak senang modif menganggap modif berbahaya dan menimbulkan biaya lebih (boros).

Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi motor walau sedikit sedikit atau banyak. Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modifikasi motor karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.

Karena itu, yang penting dari modifikasi motor adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi motor yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.

Lebih aman karena modifikasi motor yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi motor, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan. Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modifikasi motor, tampilan standar ga lagi culun. Perpaduan berbagai aksesori maupun piranti body, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.

modifikasi motor Tentu saja butuh biaya. Tapi seperti slogan lama “there is something money can’t buy”. Kepuasan adalah segalanya….

So, kata kuncinya adalah modifikasi motor ringan, sedang, berat, dan ekstrem. Tinggal pilih sesuai selera dan kantong.
  
Tapi awas, sekali mencoba takkan berakhir sampai motor dijual.



http://kafemotor.wordpress.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 14 Juli 2010

Tips Modifikasi Audio Mitsubishi Pajero Sport




Kala  ingin upgrade audio mobil di kabin, idealnya menyesuaikan dengan kebutuhan utama dari mobil itu sendiri. Mengingat ground clearance milik Mitsubishi Pajero Sport tergolong tinggi (215 mm), ubahan yang akan dilakukan pada sistem audionya mesti memerhatikan unsur daily use agar tidak mubazir.

Kemungkinan mobil ini diajak melibas jalur light off-road memang cukup tinggi, lantaran dibekali kaki-kaki jenjang. Untuk itu Harvig Kusnadi, pemilik Pajero Sport berpenggerak 4 roda (4WD) ini, memutuskan untuk tak melakukan ubahan ekstrem di kabin mobil hobinya ini.

Menurut Harvig, terpenting adalah faktor keamanan serta kenyamanan saat berkendara mesti terjaga. Untuk itu Hongyono Candra, instalatur Prisma Autosound di Arteri Pondok Indah, Jaksel, memasang beberapa komponen audio mobil dengan konsep daily use lewat ubahan minimalis.

Seperti pembuatan boks (lontar) tweeter di pilar A, yang mengutamakan unsur visibilitas tinggi dari si pemilik mobil. "Dia pakai kacamata, jadi saya enggak mau membuatnya semakin sulit memantau kondisi di depan, lantaran pakai boks terlalu besar," kata Ahong sapaannya.

Penempatan dan ukuran lontar tweeter sebaiknya tak membuat pandangan terhalang     
Untuk memasang head unit dengan monitor in-dash mesti memajukan beberapa cm dari bibir slot

Mengusung tema in car entertainment tanpa mengurangi unsur estetika di kabin  
Steering remote masih berfungsi normal dengan bantuan modul steering remote interface tambahan

Namun unsur idealis dari si pemilik harus tetap terwujud, begitu filosofi Ahong ketika menyiapkan tata suara kabin Pajero Sport kelir white pearl ini. Untuk mewujudkan semua itu dipakai speaker split 2-way Crescendo Opus 8.6, berkolaborasi dengan subwoofer JL W1 di bagasi belakang. Pertimbangannya supaya bisa menciptakan efek sound imaging di atas dasbor lebih nyata.

Menurut Ahong, tingkat kejernihan vokal serta midbass harus seimbang. Makanya Ia melakukan cutting frekuensi untuk speaker depan di 120 Hz (hi-pass), serta low-pass untuk subwoofer di 50 Hz. "Level equalizer juga diadjust pakai 3 band, dan semuanya dibikin minus supaya suara enggak terdengar over," jelas pehobi biliar ini.

Unsur hiburan juga mesti diwujudkan sesuai keinginan Harvig, dengan memasang TV headrest Rogers HDM-999 FZ (9 inci), sebanyak 4 set pada jok depan dan tengah. Kenapa tak pakai roof monitor saja? "Untuk estetika di kabin mobil macho ini memang lebih bagus pakai monitor headrest, selain itu juga enggak menghalangi pandangan ke belakang saat nyetir," urai Ahong



http://www.otomotifnet.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Selasa, 13 Juli 2010

Tips & Trik Modifikasi Suspensi Untuk Mobil



Modifikasi mobil untuk sektor sistem suspensi atau kaki-kaki memang bersifat spesifik. Artinya, setiap tipe mobil berbeda dalam langkah untuk dimodifikasi di sistem suspensinya. Berikut tips modifikasi mobil ringan khusus sektor suspensi untuk beberapa tipe mobil populer.

1. Grand Livina
Suspensi Grand Livina cukup dioptimalkan dengan aplikasi Valen Damper saja, terutama jika digunakan untuk mengakomodasi penumpang secara penuh. Hal ini dimaksudkan agar suspensinya lebih dapat menahan beban sehingga suspensi tidak amblas yang menyebabkan ban mentok ke spakbor. Jika terdengar suara 'duk-duk' pada bagian kaki-kaki, kemungkinan itu adalah akibat dari karet per dekat dudukan mounting telah pecah. Untuk menghilangkannya bisa dengan cara mengganti karetnya atau bisa juga dengan mengganti per aftermarket merk Eibach untuk Avanza, bukan per yang originalnya.

2. All New Jazz
Anda cukup mengganti per standar dengan per aksesoris yang mempunyai kemampuan lebih dari pada aslinya. Bila masih dirasa kurang, maka dapat melanjutkan lagi dengan pemakaian strut bar, under brace.Sementara itu bila dengan kedua hal diatas masih dirasa kurang puas, maka disarankan untuk mengganti suspension kit secara keseluruhan dengan sistem adjustable. Perangkat suspensi tersebut memungkinkan anda untuk mengatur keras lembutnya perangkat peredam kejut tersebut.

3. Avanza / Xenia
Bantingan suspensi Avanza dan Xenia terkenal keras, ini memang dikarenakan per OEM disesuaikan untuk kapasitas daya angkut Avanza ataupun Xenia agar saat penumpang penuh (Full Loaded), suspensinya tidak mudah amblas. Sebagai solusinya, ada cara untuk mengoptimalkan suspensi dari kedua mobil tersebut, yaitu mengganti per OEM dengan per aftermarket yang berkarakter sedikit lebih lembut dengan bentuk spiral per yang tidak terlalu renggang atau menggunakan suspensi kit yang berjenis adjustable sehingga tingkat kekerasan dan ketinggiannya dapat diatur sesuai keinginan.

Banyak pengguna mobil Avanza dan Xenia yang mengganti suspensi originalnya dengan produk aftermarket yang lebih berkualitas, ada yang hanya mengganti suspensi belakangnya saja dan ada juga yang mengganti suspensi depan dan belakang sekaligus. Dipasaran telah banyak suspensi aftermarket berkualitas khusus untuk Avanza maupun Xenia, jadi mengganti suspensi hanya perlu waktu sebentar dan tidak perlu melakukan modifikasi pada bagian kaki-kaki, karena hanya tinggal plug 'n play.

4. Kijang Innova
Ada tiga cara untuk mengoptimalkan bantingan suspensi OEM agar lebih empuk, yaitu pertama, shock breaker menggunakan merk aftermarket, seperti Bilstein dan per keong tetap standar. Kedua, memakai shockbreaker standar dan menggunakan per keong aftermarket seperti merk Eibach dan yang ketiga adalah dengan cara subsitusi suspensi dari mobil merk lain, yaitu dengan memakai per depan dan belakang milik Mercy atau BMW, sedangkan shockbreaker tetap menggunakan yang standar.



http://www.solusimobil.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis