Tampilkan postingan dengan label kredit tanpa agunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kredit tanpa agunan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2010

Jenis Dan Macam KTA



Anda mendapat telepon dari berbagai Bank yang menawarkan kredit tanpa agunan. Produk ini punya nama macam-macam, ada yang menggunakan nama generik seperti Pinjaman Tanpa Agunan  atau Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Kredit Instan Tanpa Agunan (KITA), ada juga juga yang menggunakan nama yang lebih trendy, seperti Personal Loan atau Loan on Phone.

Meski punya banyak nama, produk ini tetap sama, yaitu kredit multi guna yang bebas agunan. Pemberian Pinjaman Tanpa Agunan semata bersandar pada credit scoring berdasarkan perhitungan debt burden ratio yang didukung pengecekan ekternal, baik berupa keabsahan identitas dan domisili maupun rekam jejak calon debitur selama berhubungan dengan bank. Baik melalui BI checking maupun pengecekan pada daftar hitam penerbit kartu kredit seperti Visa atau Mastercard.

Pada dasarnya, Pinjaman Tanpa Agunan ini punya banyak sekali peminat. Maklum, selain syaratnya mudah, juga karena selalu dibumbui janji-janji proses yang cepat. Namun, banyak yang tidak sadar, betapapun mudahnya pinjaman ini, ada harga yang harus dibayar, yakni tingginya suku bunga yang dikenakan pada debitur.

Mengapa mesti tinggi? dari berbagai kumpulan artikel yang saya baca Jawabnya mudah, risiko kredit seperti ini sangat tinggi. Dalam istilah perbankan, kredit seperti ini di sebut clean loan. Clean artinya bank tak punya jaminan apa-apa selain reputasi si debitur. Jika debitur default atau gagal bayar, maka bank tak punya second way out berupa jaminan seperti kredit secara umum. Tingginya risiko inilah yang dicadangkan bank dengan memasukkannya ke dalam pricing, yaitu suku bunga yang dibebankan ke debitur.

Apabila kita memutuskan untuk mengambil kredit atau Pinjaman Tanpa Agunan ini, perlu diingat bahwa kita harus memiliki kejelasan tentang sumber pembayarannya. Misalnya, kita bisa menyisihkan dari pendapatan bulanan. Jika kita sudah menghitung dan cicilan tersebut tidak sampai mengganggu cash flow bulanan dan kehidupan sehari-hari, maka boleh-boleh saja mengambil kredit ini.

Kenyataannya, banyak orang yang tergiur mengambil kredit atau Pinjaman Tanpa Agunan ini semata karena tergoda mudahnya proses mendapatkan Pinjaman Tanpa Agunan dan lupa akan kemampuan. Hasilnya adalah kesulitan yang dihadapi. Apalagi ada juga sebagian orang yang memang punya itikad tidak baik sejak awal, alias sengaja mau ngemplang demi penampilan dan life style yang up do date.

Nah, karena bank tak punya jalan keluar lain selain cicilan debitur, maka setiap ada indikasi ke arah gagal bayar, misalnya keterlambatan, bank akan cepat bertindak untuk menagih, biasanya melalui pihak ketiga yang ditunjuk. Pihak ketiga ini sering kita kenal sebagai debt collector. Karena debt collector ini bukan karyawan bank yang bersangkutan dan biasanya memiliki latar belakang pendidikan yang tidak begitu tinggi, maka cara-cara yang dipakai atau bahasa yang digunakan dalam menagih hutang menjadi kasar dan terkesan tidak sopan. Akibatnya banyak keluhan mengenai debt collector yang sering dianggap tak punya manner dalam bekerja.

Sekarang semua terserah kita. Apakah kita mau diumpat dan dimaki oleh debt collector? Jika tidak, maka hati-hatilah. Pinjaman Tanpa Agunan

http://n0vri.wordpress.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 14 Juli 2010

Benakah KTA Bank Asing Jadi Pilihan Utama??


Meski tingkat awareness nasabah terhadap produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) masih di bawah 50%, toh fasilitas perbankan yang pertama kali diluncurkan pada 1995 ini punya prospek cukup cerah. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan KTA mencapai 20%-30% per tahun.

Kredit Tanpa Agunan atau personal loan adalah pinjaman tunai tanpa agunan/tanpa jaminan yang disediakan pihak perbankan untuk kebutuhan nasabah meliputi renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan, liburan, pelunasan hutang, investasi usaha, perawatan kesehatan, pembelian kendaraan, dan lain-lain, yang memenuhi persyaratan.

Dengan segala keunggulan dan keuntungannya, seperti uang tunai hingga Rp 200 juta yang bisa didapatkan, beragamnya pilihan masa angsuran (2-5 tahun), kemudahan pembayaran angsuran serta tingkat suku bunga yang kompetitif (12%-20% per tahun), KTA menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah perkotaan.

Saat ini hampir sebagian besar kalangan perbankan di Indonesia telah menyediakan fasilitas KTA, baik itu bank pemerintah, bank swasta nasional hingga bank swasta asing. Tapi yang paling getol adalah bank asing, seperti Standard Chartered Bank selaku pelopor, ABN AMRO, HSBC dan Citibank.

Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia yang dimuat dalam “Studi Pasar & Perilaku Nasabah Consumer Banking 2008” produk KTA ABN AMRO, KBA Mandiri, dan HSBC Kredit menduduki tiga besar Top of Mind (TOM). Namun demikian, jenis KTA yang paling tinggi tingkat penggunaannya justru dipegang oleh bank swasta asing. Standard Chartered Bank menjadi primadona dengan total porsi 16,1%. Disusul berikutnya HSBC Kredit (14,3%), ABN AMRO Personal Loan (12,5%), dan Citi Finansial (7,1%).

Sedangkan rekor tertinggi bank swasta nasional diraih oleh Lippo Bank Personal Loan (sekarang merger dengan Bank Niaga menjadi CIMB Niaga) dan BRI Kredit dengan raihan porsi yang masing-masing sama 8,9%. Berikutnya DKI KTA milik Bank DKI (7,1%), KBA Mandiri (5,4%), BNI Fleksi (3,6%), dan KTA Permata (3,6%).
tabel-KTA

Kalau diklasifikasikan berdasarkan kota, dominasi produk KTA bank asing semakin terlihat jelas. Di Surabaya, misalnya, produk ABN AMRO Personal Loan dan Standard Chartered Bank-KTA menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai produk KTA yang paling digemari oleh nasabah kota pahlawan tersebut. Begitu pula di Jakarta, HSBC Kredit dan Standard Chartered Bank-KTA menjadi primadona nasabah ibukota.

Mengapa KTA keluaran bank asing berhasil menyedot animo nasabah di Tanah Air? Apakah lantaran fasilitas yang ditawarkan lebih menarik dibandingkan bank nasional ataukah semata-mata berkat strategi penetrasi pasarnya yang jitu? Lalu bagaimana peta persaingan market share di antara mereka? Mari kita tunggu hasil riset MARS berikutnya!


http://marsnewsletter.wordpress.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 12 Juli 2010

Bank Coba Dorong Terus Perkembangan Kredit Tanpa Agunan Tahun Ini

Kredit tanpa agunan (KTA) atau personal loan masih menjadi ladang bisnis yang menggiurkan buat bank. Mereka memprediksi, tahun 2010 kompetisi di segmen ini bakal berlangsung keras.Ketatnya persaingan itu bisa terekam dari target pertumbuhan KTA masing-masing bank. Rata-rata bank menargetkan pertumbuhan KTA tahun ini minimal 20%.

The Royal Bank of Scotland (RBS) Indonesia, misalnya. "Tahun ini kami menargetkan KTA bisa tumbuh 20%-25%," kata Dessy Masri, kepala pembiayaan konsumen RBS Indonesia, tadi sore.Hingga akhir 2009, Dessy, outstanding KTA RBS Indonesia sekitar Rp1,5 triliun dengan penyaluran kredit baru sebesar Rp1 triliun. Dessy menjelaskan, komposisi KTA ini mencapai 40% dari total kredit yang disalurkan RBS Indonesia ke segmen ritel. "Sisanya, adalah kartu kredit dan kredit loan yang kecil-kecil," ujarnya.

RBS Indonesia menawarkan produk KTA sejak tahun 2000. Menurut Dessy, di tahun ke sepuluh ini, target penyaluran KTA sebesar 25% merupakan target yang optimistis.Optimisme pada prospek bisnis kredit tanpa agunan ini juga datang dari Bank DBS Indonesia. Bank yang baru menyalurkan KTA sejak setahun lalu ini mematok pertumbuhan KTA di tahun ini sebesar 30%.

Dengan memakai merek Dana Bantuan Sahabat, kucuran KTA Bank DBS saat ini mencapai Rp 200 miliar. "Kami akan agresif mengucurkan KTA. Target kami tahun ini bisa tumbuh di atas 30% ," kata Steffano Ridwan, Senior Vice President Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia.The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) juga melihat peluang besar di bisnis personal loan ini.

"Untuk personal loan, tahun ini kami optimis pertumbuhan akan sejalan dengan target kami," kata Winarti, Vice President Business Banking HSBC. Sayangnya Winarti tak bersedia menyebut nilai Kredit Tanpa Agunan HSBC saat ini ataupun besaran target.

Sumber : resepobtkuno.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Kamis, 08 Juli 2010

Kadin Ingin Bank Riau Serius Memaksimalkan Kredit Tanpa Agunan


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau meminta Bank Riau untuk menaikan plafon kredit tanpa agunan bagi UMKM hingga Rp1 miliar untuk mengatasi dampak kenaikan BBM terhadap sektor riil.Direktur Eksekutif Kadin Riau Muhammad Herwan di Pekanbaru, Selasa mengatakan, Bank Riau kini baru memberlakukan batas tertinggi pemberian kredit UMKM tanpa agunan sebesar Rp15 juta.Menurut dia, jumlah tersebut relatif kecil mengingat potensi UMKM daerah yang masih bisa berkembang namun tidak "bankable" sehingga sulit mendapat akses permodalan.

Apalagi saat sektor rill terkena dampak kenaikan harga BBM, Bank Riau harus lebih besar menggelontorkan modal bagi UMKM,katanya.Saat ini Kadin tengah menyusun rekomendasi peningkatan plafon kredit tanpa agunan kepada Bank Riau. Hal itu sangat memungkinkan, apalagi keduanya sudah menjalin nota kesepahaman (MoU) tentang pemberian kredit murah, mudah dan cepat tanpa jaminan kepada UMKM anggota Kadin Riau, pada Mei silam.

Untuk menunjang rencana tersebut, Kadin berencana menggandeng Bank Indonesia Pekanbaru untuk penyusunan "data base" UMKM yang akan menjadi sasaran pemberian kredit tanpa agunan.Selain itu, Kadin juga mengusulkan agar dibuat sebuah segmentasi terhadap UMKM untuk dapat mengalihkan jaminan dalam bentuk lain sehingga mendapatkan kredit Rp500 juta hingga Rp1 miliar.Ia berpendapat, UMKM diharapkan dapat menggunakan surat kontrak kerja untuk mendapatkan kredit bank dengan jumlah besar. Dengan demikian, sebuah UMKM makanan cukup menggunakan kontrak pemesanan untuk mendapatkan kredit. Hal itu untuk mengatasi kesulitan mereka yang kesulitan modal untuk mengerjakan pemesanan dalam jumlah besar.

Rencana ini masih merupakan uji coba untuk melihat sejauh mana komitmen Bank Riau untuk memajukan ekonomi kerakyatan di Riau.



Sumber : bebexbiroe.blogspot.com
Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

10 Penyakit Dalam Keuangan



Berikut Kesalahan-kesalahan dalam menjaga keuangan

1. Gesek Kartu Kredit. Penggunaan kartu kredit Anda selalu sampai batas tertinggi dan tak pernah bisa lunas? Cara termudah adalah dengan melunasinya dengan pinjaman tanpa agunan (KTA) karena bungannya yang lebih kecil. Setelah lunas, segera tutup kartu kredit Anda. Kalau tidak, bisa-bisa Anda memakainya lagi, dan justru harus memabayar dua tagihan sekaligus, kartu kredit dan kredit tanpa agunan! Jangan pernah shopping tanpa menyiapkan budget. Ingin beli selimut,sepetu atau hairdryer? Bayar dengan uang yang telah disiapkan dan selalu tingal kartu kredit Anda di rumah. Usahakan membayar tagihan lebih dari pembayaran mimimum yang diminta. Lalu jika terpaksa menggunakan kredit, batasi hingga 20% dari gaji bersih Anda. Kalau tahu Anda tidak bisa mengendalikan kecanduan kartu kredit ini, mintalah kepada bank penerbitkartu kredit untuk menurunkan batas pinjaman tanpa agunan Anda. Jika ingin lebih santai, gunakan saja kartu debet.

2. Makan Siang Di Luar Tiap Hari. Kalau cuma dihitung seminggu atau sebulan, uang yang Anda keluarkan untuk makan siang mungkin bukan hal yang besar. Tapi coba hitung pengeluaran tersebut selama setahun. Mungkin baru akan terasa besarnya.

3. Merokok. Jika sulit untuk langsung menghentikan, secara bertahap mulailah mengurangi jumlah rokok yang Anda hisap setiap hari, lalu cobalah permen pengganti rokok.


4. Selalu Membeli Barang Baru. Untuk mendapatkan barang-barang bagus dan berkualitas. Andatak selalu harus ke toko atau mal.Terkadang Anda akan menemukannya di pasar loak, iklan baris atau toko barang bekas.


5. Weekend di Mal. Awalnya sekedar ingin cuci mata dan nonton bioskop. Tapi ketika pulang Anda sibuk dengan tas belanjaan. Jalan-jalan di mal ketika weekend memang membutuhkan ‘iman’ yang kuat, karena kemungkinan membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan, sangat besar sekali! So, don’t ever go to mall, unless you’re there for specific purpose!


6. Hobi Mahal. Setiap orang memiliki hobi dan ketertarikan masing-masing terhadap suat hal.Untuk itu, jangan mudah tergoda oleh ajakan dan dukungan teman komunitas dalam bereksplorasi dengan hobi Anda.

7. Barang Bermerek. Sebenarnya tidak masalah kalau gaji Anda cukup, tapi sayangnya kebanyakan dari kita tidak begitu.



8. Membawa Uang Tunai Terlalu Banyak. Jika dompet Anda gendut dipenuhi uang tunai, pasti Anda menjadi lebuh mudah membeli sesuatu, apalagi di tengah-tengah pertokoan yang sedang mengggelar big-sale. Anda akan terkejut menyadari berapa banyak uang yang bisa Anda hemat.

9. Bolak-Balik Ke Salon. Memanjakan diri di salon memang menyenangkan. Tapi kalau Anda bisa mempercantik diri sendiri di rumah akan lebih bisa menghemat. Awalnya, belilah conditioner berkualitas untuk memanjakan rambut tiap minggunya, lalu beli satu set alat perawatan kuku, hingga Anda bisa melakukan manicure padicure di rumah.

10. Memberi Hadiah Mahal. Tak perlu memberikan hadiah ulang tahun yang mahal kepada teman-teman. Selain akan menguras kantong, belum tentu mereka menyukainya. Kanapa tidak memberikan sesuatu yang lebih berarti? Misalnya foto Anda berdua dengan sahabat Anda tersebut, yang sudah dibingkai rapi.



Bebexbiroe.blospot.com