Tampilkan postingan dengan label kerajinan tangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerajinan tangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juli 2010

Tips Dan Trik: Bisnis Kerajinan Tangan Berbasis Koran Bekas



Koran dan kertas bekas menumpuk dirumah? Tentu Anda menjadi stress dan bingung untuk memanfaatkannya. Jangan khawatir jika di rumah Anda banyak kertas dan koran yang menumpuk. Anda dapat memanfaatkannya menjadi pernak-pernik yang cantik dan bernilai jual. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, Anda dapat mengubah tumpukan kertas dan koran bekas menjadi uang. Kertas merupakan bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Peluang kerajinan tangan dari kertas daur ulang ini menarik karena dapat dilakukan oleh siapa saja dan membutuhkan modal yang kecil. Anda dapat menggunakan alat-alat yang ada disekitar Anda. Ternyata tidak banyak orang yang tahu bahwa  kerajinan tangan berbasis kertas daur ulang  dapat menghasilkan keuntungan yang berlimpah.

Semakin bertambah penduduk maka akan semakin banyak sampah kertas yang dihasilkan. Dari pada sampah kertas hanya dibuang begitu saja, Anda dapat memanfaatkannya untuk menambah penghasilan Anda. Pemanfaatan sampah kertas ini dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang. Proses kerajinan tangan ini pun tidak membutuhkan waktu yang lama dan menggunakan bahan-bahan disekitar kita. Pemanfaatan sampah kertas ini juga salah satu bentuk dukungan untuk mengurangi sampah di dunia.
Kertas daur ulang yang terbuat dari kertas koran akan menghasilkan warna abu-abu sehingga Anda harus menambahkan pewarna sesuai dengan keinginan Anda.

Alat yang dibutuhkan :
1. Blender
2. Screen berkasa
3. Screen tanpa kasa
4. Ember
5. Alat penyaring
6. Busa
7. Kain bekas

Bahan :
1. Kertas atau Koran bekas
2. Pewarna
3. Pengharum
4. Batang/kelopak bunga yang kering

Cara pembuatan kerajinana tangan berbasi Koran bekas :
1. Kertas bekas disobek atau dipotong-potong kecil
  
2. Kemudian direndam dalam air beberapa saat lalu diremas-remas sampai setengah hancur
  
3. Kemudian kertas tersebut dihancurkan kembali dengan penambahan air menggunakan blender . perbandingan antara kertas dan air 1:1
 
 4. Masukkan bubur kertas ke dalam ember yang telah diisi air bersih (tiap 250 gr bubur kertas membutuhkan 5 liter air bersih). Kebutuhan air bisa disesuaikan, tergantung dari ketebalan kertas yang diinginkan.
  
5. Campuran bubur tersebut dicampur menggunakan lem kanji untuk menghasilkan kertas yang tidak mudah sobek (setiap 250 gr bubur kertas dicampur 10-15 gr lem kanji).
  
6. Penambahan warna dapat dilakukan untuk menghasilkan kertas berwarna. Untuk kertas daur ulang yang bermotif bisa dilakukan dengan menambahkan mahkota bunga yang kering. Untuk menambah keharuman kertas, maka dapat ditambahkan pengharum.
  
7. Setelah adonan selesai disiapkan, masukkan semua screen ke dalam adonan. Angkat screen dan biarkan air menetes. Setelah air menetes beberapa waktu, lepaslah screen tanpa kasa dan letakkan diatas papan/meja. Hilangkan air pada kasa dengan busa.
 
 8. Setelah csreen tidak lagi mengandung air, screen kemudian diangkat. Sediakan alas kain untuk meletakkan adonan kertas yang telah pipih.
  
9. Jemur kertas dibawah sinar matahari kemudian segera disetrika hingga kering dan permukaannya halus.

http://bisnisukm.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 14 Juli 2010

Sulitnya Pemasaran Kerajinan Bambu

Produk kerajinan tangan bambu berupa peralatan rumah tangga seperti tambir dan kalo dari Bantul telah menembus sejumlah supermarket besar di Jakarta. Sebagian lainnya dipesan pada tingkat regional, seperti Solo, Purwodadi, Grobogan, dan Kroya.

Selain tambir dan kalo sebagai produk andalan, perajin kerajinan tangan bambu juga memproduksi jenis lainnya, seperti irik, kursi, tempat tisu, cething (tempat nasi), kotak serbaguna, nampan, besek, krakat dimsum, piring bulat, tudung saji, dan besek.

Suryanto, salah seorang perajin kerajinan tangan bambu di Wukirsari, Imogiri, Bantul, mengatakan, produksi kerajinan tangan bambu sangat tergantung pada pesanan sehingga pengembangannya pun menjadi sulit.





Untuk satu batang bambu dengan panjang sekitar 4 m yang dibeli dengan harga Rp 7.500 dapat diproduksi lebih kurang 30 tambir. Pembuatan 30 tambir tersebut dapat diselesaikan selama 2 hari oleh dua orang pekerja. Jika harga jual satu buah tambir Rp 2.700 dan biaya produksi diperkirakan Rp 1.000 per tambir, pendapatan perajin per tambir sebesar Rp 1.700.


Dengan demikian, dalam waktu satu bulan perajin bambu bisa memperoleh pendapatan dari usahanya tersebut sebesar Rp 765.000. Bila home industry ini mempekerjakan lebih dari 2 orang tenaga kerja, dapat diperkirakan bahwa usaha ini mampu menghidupi seluruh anggota keluarga.




http://bisniskeuangan.kompas.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 12 Juli 2010

Sampah Pun Di Jadikan Kerajinan Tangan



Helo sobat pecinta seni dan lingkungan hidup di seluruh dunia, salam kenal dari Nyoman Subandi/Radjaodick seorang Rubbish Artist. Perkenalkan nama saya Nyoman Subandi/Radjaodick dari Ubud Bali. Saya bekerja mendaur ulang sampah menjadi barang-barang seni kerajinan tangan yang fungsional. Seperti seni kerajinan tangan untuk celengan, tempat permen, tempat coin dll. Bahannya semua dari sampah yang saya dapatkan dari pingir jalan, sungai, selokan, tempat pembuangan sampah, dll.

Sampah-sampah tersebut saya olah secara traditional, tanpa zat kimia dan mesin-mesin yang menyebabkan polusi lingkungan. Karena bahan-bahannya terbuat dari sampah maka saya menyebutnya sebagai "Seni Daur Ulang Sampah atau Recycle Rubbish Art" dan saya menobatkan diri menjadi "Rubbish Artist" alias "Seniman Sampah" ha ha ha...julukan yang aneh...?.

Kenapa saya membuat seni kerajinan tangan dari sampah? Karena bahannya melimpah disekitar kita dan gratis tentunya he he he....Disamping itu tujuan utama saya adalah membersihkan lingkungan kita dari sampah-sampah yang mengganggu kelestarian alam kita ini.

Proses pembuatan seni kerajinan tangan dari sampah ini, sempat diambil saat pembuatan film dokumenter tentang lingkungan hidup oleh sebuah yayasan dari Australia yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup. Film ini akan diputar di sekolah-sekolah untuk pendidikan lingkungan hidup bagi anak-anak. Awalnya film ini akan diputar untuk pendidikan anak-anak saja tetapi saya sarankan juga agar diputar buat orang dewasa karena menurut pengamatan saya bahwa sebenarnya orang dewasalah (kita-kita ini) yang sering buang sampah sembarangan

Tertarik Dengan Kerajinan Tangan Ini? 


Sumber : recyclerubbishart.blogspot.com
Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia